Bocah SD Kehilangan Nyawa demi Menjaga Kehormatan Ibunya dari Pemerkosa


KONTENKREATIPS.COM – Hati siapa yang tak tersentuh dengan pengorbanan yang dilakukan bocah berama Rangga ini.

Meski usianya baru sembilan tahun, nyalinya cukup besar demi mempertahankan kehormatan ibunya dari pemerkosa.

Bocah ini pun seakan tidak kenal takut saat ia dihujani bacokan oleh pelaku yang bernama Samsul Bahri (46).

Di sekolah, Rangga selalu mendapat ranking 1 atau 2.

Ia juga mulai pandai membaca Al Quran.

BACA JUGA : Rosehan Geram, Balai Jalan Belum Juga Atasi Lubang Hantu di Lingkar Selatan

Rangga meninggal dunia mengenaskan dibacok 10 kali oleh pelaku Samsul Bahri (46) yang mau memperkosa ibunya DN (28) pada Jumat (9/10/2020) di di Kecamatan Birem Bayeun

Pada malam itu Rangga terbangun dan melihat ibunya akan diperkosa, lalu Rangga berteriak dan melindungi ibunya.⁣

Tanpa ampun pelaku biadab ini membacok Rangga di bagian leher.

Pada saat pelaku akan membacok lagi ditangkis Rangga dengan tangan.

Namun karena tubuhnya yang masih kecil dan darah dari lehernya terus bercucuran dia kalah dan pelaku terus membacok Rangga. Rangga pun tewas seketika.⁣

BACA JUGA : Melawan Saat Terjaring Razia Masker, Seorang Perempuan Mengaku Istri Jaksa

Setelah memperkosa ibu Rangga, pelaku membawa jenazah Rangga ke sungai. Jenazah bocah malang tersebut ditemukan mengapung di sungai masih di kawasan desa korban tinggal, pada hari Ahad (11/10/2020).

Sang Pelaku kini sudah ditangkap polisi dan mendapat tembakan di kaki karena melawan saat disergap.⁣

Kisah ini dibagikan akun @zona.inspirasi wanita.

“⁣Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun
Rangga adalah Pahlawan, ia gugur saat melindungi ibunya.Selamat Jalan Nak kami akan selalu merindukanmu. Surga-NYA akan menjadi tempat barumu, Nak… Aamiin..
” tulis akun ini.

Baru Berulang Tahun

Dikutip dari Tribunnews.com, bocah kecil yang masih duduk di kelas 2 SD ini dikebumikan di TPU Gampong Alue Gadeng Kampung, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, usai Shalat Magrib pada Minggu (11/10/2020) malam.

Fadli Fajar tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat dihubungi Serambi, Selasa (13/10/2020).

Fajar merupakan ayah kandung Rangga yang saat ini tinggal di Kota Medan, Sumatera Utara.

Ia tak kuasa menahan tangis mengingat anak kesayangannya itu kini telah tiada.

Fadli mengatakan, Rangga baru dua minggu tinggal bersama ibunya, Dn, di Kecamatan Birem Bayeun Aceh Timur.

BACA JUGA : Ketua MPR Minta Pemerintah Lakukan Ini untuk Akhiri Polemik UU Cipta Kerja

Sejak berpisah dengan Dn dua tahun lalu, Rangga bersama sang adik memang tinggal bersama dirinya di Medan Selayang.

“Tanggal 19 September 2020 lalu, saya baru saja merayakan ulang tahun almarhum yang genap berusia 10 tahun,” ujar pria berdarah Aceh-Karo ini sambil menangis.

Berapa hari setelah merayakan ultahnya yang ke-10, ibu Rangga, Dn, datang ke rumahnya di Medan Selayang dengan maksud membawa Rangga ke Aceh.

Saat itu, Fadli mengaku berat melepas kepergian putra pertamanya itu.

BACA JUGA : Saudia Kembali Buka Penerbangan ke 20 Kota, Salah Satunya Jakarta

“Tapi karena almarhum terus merengek dan bersikeras ikut. Akhirnya saya mengizinkannya,” imbuhnya.

Ia sempat kaget dan tak percaya mendengar kabar anaknya itu telah meninggal dunia.

“Saya hampir tak percaya mendengar kabar Rangga meninggal. Dia meninggal terkena sabetan parang pelaku karena berusaha membantu ibunya di rumah itu,” ujar Fadli.

“Saya dapat kabar bahwa sebelum meninggal, anak saya sempat disuruh lari sama ibunya. Tapi dia tidak mau lari, dia lawan pelaku. Setelah terkena parang, ia sempat berucap sakit. Lalu ia langsung terdiam, mungkin saat itu anak saya ini sakratul maut,” imbuhnya lagi. (*)

Foto-foto: @zona.inspirasiwanita

BACA JUGA :

Najwa Shihab Lampaui Susi dan Sri Mulyani, Wanita Paling Dikagumi di Indonesia