RUU Cipta Kerja Disahkan, Alissa Wahid: Kenapa Aspirasi NU dan Muhammadiyah Tak Diindahkan?


KONTENKREATIPS.COM – Protes dan kritik terhadap pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang datang datri putri Presiden Gus Dur, Alissa Wahid.

Melalui laman media sosialnya, Alissa mempertanyakan keputusan mengesahkan RUUCK tanpa mendengar aspirasi dari dua organisasi Islam besar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Selain dari NU dan Muhammadiyah, menurut Alissa, para akademisi juga meminta penundaan pembahasan RUUCK.

“Mengapa aspirasi stakeholder besar seperti NU, Muhammadiyah, para akademisi yang meminta penundaan pembahasan RUUCK, tidak diindahkan? malah justru langsung disahkan di luar jadwal? Ada apa?,” ujar Allisa.

Menurut Alissa, negara tahu bahwa RUUCK ini sejak awal merupaka isu yang peka dan berdampak pada kehidupan jangka panjang. Termasuk risiko memicu demonstrasi besar.

Ditambah lagi dalam suasana pandemi seperti sekarang ini.

“Lalu mengapa Pemerintah & DPR ngotot harus disahkan detik ini juga? Ada apa? Mengapa tidak mau menunda usai pandemi?” tandas Alissa.

Pernyataan Alissa Wahid ini dibagikan di antaranya oleh Emha Ainu Najib.

Alissa sendiri awalnnya mempertanyakan soal tambang di wilayah Kalimantan yang tidak direklamasi.

Ia mengungkapkan tentang seorang ibu yang kehilangan anaknya berusia 9 tahun setelah tewas di bekas galian tambang yang tidak direklamasi.

Dalam diskusi panjang Alissa dengan sejumlah netizen, di kolom komentar seorang netizen dengan akun @memethmeong mengungkapkan, “Iya yah, kenapa kita bisa yg marah ngeliat restoran Legian dibakar, halte bis dibakar, sementara sawah & kebun petani dibuldoser atau satu kampung dibuldoser, ngerasa ga related.”

Alissa pun menanggapi pernyataan netizen itu.

Menurutnya, kedua-duanya perlu dikritisi.

“Marah krn fasilitas publik dirusak itu wajar. Marah krn sumber penghidupan orang dirusak itu wajar. Marah lihat ketidakadilan sistemik mengorbankan rakyat kecil, itu wajib. Sebab hanya dg kemarahan itu, kita bisa membangun keadilan sosial,” kata Alissa.

“Twips tahu gak, ratusan orang meninggal masuk lubang tambang yg tidak direklamasi perusahaannya. Di Kaltim saja sudah 30an orang. Karena apa? Kebijakan yg untungkan pengusaha. Tdk ada yg ditindak tuh walau sudah diupayakan dg berbagai cara,” lanjut Alissa.

“Yang begini, kita juga perlu marah,” tandas Alissa lagi. (*)