5 Anggota Keluarga Berdarah Banjar Jadi Korban Sriwijaya Air SJ-182


KONTENKREATIPS.COM – Tim SAR gabungan di bawah kendali Basarnas terus melakukan pencarian korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Hingga saat ini, tim SAR telah mengumpulkan serpihan badan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dan beberapa potongan jenazah yang diduga penumpang pesawat.

Semua temuan itu, dibawa Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Minggu (10/1/2021) siang.

“Kami kembali menerima barang bukti dari anggota tim yang telah bekerja, berupa tiga kantong serpihan pesawat, kemudian lima kantong berisi potongan (tubuh) manusia,” kata Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman di lokasi.

Baca juga: Twitter Lakukan Blokir Permanen Akun Donald Trump

Baca juga: Benda Biru dan Kuning Mirip Sriwijaya Air Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

Serpihan badan pesawat akan diserahkan ke KNKT, sementara potongan tubuh manusia diterima Tim DVI RS Polri.

Dengan demikian, total sudah terdapat enam kantong jenazah berisi potongan tubuh diserahkan RS Polri.

Di antara para penumpang yang berada di dalam pesawat nahas itu, ternyata ada lima orang yang masih satu keluarga dan memilik darah Banjar (Kalimantan Selatan).

Mereka adalah Rahmawati, Toni Ismail, Ratih, Atar Rizki Riawan dan Yumna.

Baca juga: Presiden Pantau Pencarian Pesawat Boeing 737 Sriwijaya Air SJ-182

Diketahuinya kelima orang tersebut masih memiliki darah keturunan urang Banjar disampaikan Gusti Kamaruddin.

Gusti Kamaruddin merupakan warga Banjar yang kini bekerja di Pontianak, Kalimantan Barat.

Menurut Gusti Kamaruddin, Rahmawati merupakan putri dari Ustadz H Syahrani Bajuri, yang merupakan asli urang Banjar.

Baca juga: TNI AU Kerahkan Dua Heli dan Pesawat CN-295 Terkait Musibah Sriwijaya Air SJY-182

Sedangkan Toni Ismail, kata pria lulusan APDN yang sudah purnatugas sebagai abdi negara ini, merupakan menantu dari Ustadz H Syahrani Bajuri.

“Ratih dan Atar adalah cucu, sedangkan Yuman merupakan buyut,” ujar Gusti Kamaruddin saat dihubungi kontenkreatips.com, Minggu (10/1/2021) siang.

“Beliau sudah menetap di Pontianak puluhan tahun,” lanjut pria yang masih saudara sepupu mantan Wakil Gubernur Kalsel, HM Rosehan NB, ini.

Gusti Kamaruddin mengungkapkan, tadi pagi dirinya ke kediaman anak Ustadz H Syahrani Bajuri, masih terasa suasana duka.

Menurut Gusti Kamaruddin, di Kalimantan Barat, terutama di Pontianak, memang banyak warga Banjar atau Kalsel yang bermukim dan sudah menjadi warga setempat. “Mungkin mencapai 30 persen urang kita Banjar bermukim di sini,” katanya.

Baca juga: Longsor Timbun Puluhan Warga Sumedang 11 Tewas 8 Hilang, Ini Data Korban

Tim DVI

Sementara itu, dilansir Kompas.com Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, satu kantong berisi potongan tubuh sudah diserahkan ke RS Polri pada Sabtu kemarin.

“Tugas polisi membangun posko, kemudian dikasih label setiap temuan apa pun,” ujar Yusri di Posko SAR Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Minggu.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu pada Sabtu kemarin sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Baca juga: Kronologis Hilangnya Pesawat Boeing 737 Sriwijaya Air SJ-182

Pesawat mengangkut 62 orang, yang terdiri dari 6 kru, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Pesawat Sriwijaya Air sempat keluar jalur penerbangan, yakni menuju arah barat laut pada pukul 14.40 WIB.

Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat. Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak. (*)

Baca juga:

Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, memimpin rapat virtual membahas penerapaan PPKM di Kalsel. (diskominfo kalsel)
Kalsel Akan Terapkan PPKM 11 Hingga 25 Januari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.