Pertamina Turut Lestarikan Bekantan Kalsel dengan Cara Ini


KONTENKREATIPS.COM – Bekantan, sejenis kera, atau yang dalam bahasa Banjar warik, berbulu kuning berhidung panjang. Orang tua-tua dulu biasanya juga menyebutkan warik Belanda.

Bekantan merupakan hewan dilindungi karena semakin langka. Merupakan hewan yang menjadi ikon Kalsel, khususnya Banjarmasin.

Semakin langkanya hewan ini, di antaranya dikarenakan habitatnya yang makin tergusur, menjadi perhatian PT
PT Pertamina (Persero) Integrated Terminal Banjarmasin.

Untuk membantu melestarikan kera hidung mancung itu, PT Pertamina (Persero) Integrated Terminal Banjarmasin menyerahkan CSR kepada Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI).

BACA JUGA : Netizen Berdebat Mike Tyson Gunakan Peci Haji Saat Talk Show di ABC

Bantuan uang senilai Rp 549.528.150 disaksikan langsung Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Kamis (13/8/2020).

Menurut H Ibnu Sina, bantuan tersebut bertujuan untuk pengembangan dan pelestarian hewan Bekantan yang kian hari populasinya semakin berkurang.

Dengan adanya bantuan tersebut, harapnya, bisa dimanfaatkan pihak SBI untuk pelestarian hewan bernama latin Nasalis larvatus.

“Kami berharap ini bisa bermanfaat untuk kelestariannya dan sekali lagi kami menghimbau agar seluruh anggota BCSR bisa memberikan kontribusi,” ujarnya dilansir Prokom Banjarmasin.

BACA JUGA : Kisah Pramugari Cantik TNI AU Terbang Bersama Presiden dan Pejabat VVIP

Pemko Banjarmasin, jelasnya, sangat apresiasi dengan keberadaan SBI. Sebab, selain menjadi hewan langka yang dilindungi undang-undang, Bekantan juga maskot Provinsi Kalsel.

Makanya, terangnya, Pemko Banjarmasin terus berupaya mencarikan lokasi yang tepat untuk dijadikan lahan konsevasi hewan berhidung mancung itu.

Bahkan, beberapa kawasan di kota berjuluk seribu sungai ini pernah dijadikan sebagai kawasan konservasi hewan tersebut, seperti dikawasan RPH yang ada pemotongan hewan, kawasan Banua Anyar dan kawasan Sungai Andai.

Selain itu, perhatian lain yang diberikan Pemko Banjarmasin untuk kelestariannya adalah dengan menyediakan tenaga kesehatan.

“Itu yang kita lakukan, dan secara rutin dari tenaga dokter hewan kita juga ada yang diperbantukan disini, untuk pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir, Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia, Amalia Rezeki.
Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Prof Dr H Sutarto Hadi Msi Msc. (*)

One comment

Comments are closed.