Upacara Labuhan Gunung Merapi Tetap Digelar

IG BPBD DIY


kontenkreatips.com – Daerah Istimewa Yogyakarta tetap menggelar upacara Labuhan Merapi.

Namun, karena kegiatan ini dilaksanakan di tengah merebaknya wabah virus corona, maka disesuaikan dengan imbauan dan seruan pemerintah.

Dikutip dari laman @bpbd_diy upacara adat Labuhan Merapi tetap digelar. Namun pelaksanaannya berbeda dengan tahun lalu, mengingat berada di situasi wabah virus corona.

Kepala Bidang Dokumentasi Sarana dan Prasarana Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman, Wasita, sebagaimana dilansir laman akun BPBD DYI mengungkapkan, Labuhan Ageng Merapi tahun ini diadakan secara sederhana.

Kegiatan yang dilaksanakan hanya prosesi inti.

Peserta Labuhan diwajibkan menerapkan protokol pencegahan virus corona.

Di lokasi disediakan pula tempat cuci tangan. Sebelumnya, lokasi petilasan Kinahrejo, masjid, parkir, dan pos SAR telah disemprot dengan disinfektan.

Selama acara berlangsung, aparat keamanan dan tim SAR turut mendampingi.

Dikutip dari Wikipedia, Labuhan Merapi adalah salah satu adat atau tradisi kota Ngayogyakarta Hadiningrat, khususnya daerah pegunungan Merapi.

Perayaan pelabuhan Merapi dilanjutkan oleh Istana Merit. Acara tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten.

Menggunakan Besamp Rampe
Dua jenis bambu diberikan dalam bentuk “pohon bambu” dalam kotak kayu dan dua kumis ditutupi dengan kain putih. 6 Mustaka ini diatur oleh pengadilan untuk Bupati Sleman dan Tukang Kayu Gunung.

Ada 8 jenis Lab Merapi yang ditawarkan: Cangkring , Sinjang Kemplang , Semekan Gad , Gadkung Mlathi , S arak Bangak Tulak , Kap Poleng Ciut , Dhestar Dara Muluk, dan P aningset Airaraga.

Contohnya termasuk linen (wewangian), daun (rempah-rempah dupa), minyak konyol (parfum), lapisan yatra (koin) amplop, dan ses. Aroma (rokok) di atas altar altar.

Ratusan atau lebih dupa kemudian dibakar ke dalam persembahan portabel pertama.

Di antara penjaga Gunung Merapi adalah Ayah Keempat , Ramadi Keempat , Dewa Raja Dunia , Tirai Besi , Ranjang Kawat , Sapu Angin , Simbol Agung Sari , Nimfa Melati , dan Pembantu Megantoto .

Di Lab Merapi, beberapa orang memotong pisau, pipi, dan pipi kelapa mereka . Orang yang memiliki iman pada hukum dapat menjadi berkat bagi diri mereka sendiri. (kontenkreatips.com)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.